Minggu, 06 Agustus 2017

NHW 8

Bunda, perjalanan kita untuk menemukan misi hidup selaras dengan perjalanan produktivitas hidup kita. Maka materi menemukan misi hidup ini, akan menjadi materi pokok di kelas bunda produktif.

Sebelumnya kita sudah memahami bahwa “Rejeki itu pasti, Kemuliaan yang harus dicari”. Sehingga produktivitas hidup kita ini tidak akan selalu diukur dengan berapa rupiah yang akan kita terima , melainkan seberapa meningkat kemuliaan hidup kita dimata Allah dan seberapa manfaat hidup kita bagi alam semesta.

*Be Professional, Rejeki will Follow*

Tagline Ibu Profesional di atas menjadi semakin mudah dipahami ketika kita masuk ranah produktif ini. “Be Professional” diartikan sebagai bersungguh-sungguh menjalankan peran. Kesungguhan dan keistiqomahan seseorang dalam menjalankan peran hidupnya akan meningkatkan kemuliaan dirinya di mata Allah dan kebermanfaatan untuk sesama.

“Rejeki will follow’ bisa dimaknai bahwa rejeki & setiap orang itu sudah pasti, yang membedakan adalah nilai kemanfaatan dan keberkahannya seiring dengan bersungguh-sungguhtidaknya seseorang menjalankan apa yang dia BISA dan SUKA.

Uang akan mengikuti sebuah kesungguhan , bukan bersungguh-sungguh karena uang

Pada dasarnya menemukan misi hidup itu tidak ada hubungannya dengan usia seseorang. Semakin awal seseorang merasa “galau” kemana arah hidupnya, semakin “risau” untuk mencari sebuah jawaban “mengapa Allah menciptakan dirinya di muka bumi ini?” maka semakin cepat akan menemukan misi hidup.

Kalau di pendidikan berbasis fitrah, proses ini secara alamiah akan dialami oleh anak-anak pre aqil baligh akhir ( sekitar 10-13 th) dan memasuki taraf aqil baligh ( usia 14 th ke atas). Maka kalau sampai hari ini ternyata kita masih galau dengan misi hidup kita, maka bersyukurlah, karena kita jadi tahu kesalahan proses pendidikan kita sebelumnya, dan tidak perlu lagi mengalami hal tersebut di saat usia paruh baya yang secara umum dialami oleh sebagian manusia yang disebut sebagai (mid-life crisis).

Maka sekarang, jalankan saja yang anda BISA dan SUKA tanpa pikir panjang, karena Allah pasti punya maksud tertentu ketika memberikan kepada kita sebuah kemampuan. Apabila kita jalankan terus menerus, kemungkinan itulah misi hidup kita.

Seseorang yang sudah menemukan misi hidup tsb apabila menjalankan aktivitas produktif akan lebih bermakna, karena keproduktivitasannya digunakan untuk mewujudkan misi-misi hidupnya. Sehingga selalu memiliki ciri-ciri :

a. Selalu bersemangat dengan mata berbinar-binar

b. energi positifnya selalu muncul, rasanya tidak pernah capek.

c. rasa ingin tahunya tinggi, membuat semangat belajar tinggi

d. Imunitas tubuh naik, sehingga jarang sakit, karena bahagia itu imunitas tubuh yang paling tinggi.

Ada 3 elemen yang harus kita ketahui berkaitan dengan misi hidup dan produktivitas :

a. Kita ingin menjadi apa (be)

b. Kita ingin melakukan apa (do)

c. kita ingin memiliki apa (have)

Dari aspek dimensi waktu ada 3 periode yang perlu kita perhatikan :

a. Apa yang ingin kita capai dalam kurun waktu kehidupan kita (lifetime purpose)

b.Apa yang ingin kita capai dalam kurun waktu 5-10 tahunke depan ( strategic plan)

c. Apa yang ingin kita capai dalam kurun waktu satu tahun ( new year resolution)

————————————————————

Apa yang aku mau lakukan di sisa umuku ?

A. Aku ingin menjadi apa ?

Aku ingin menjadi muslimah yang solehah

Aku ingin menjadi istri dan ibu yang terbaik untuk anak2 ku.

Aku ingin menjadi pengusaha muslim yang banyak membawa manfaat bagi sesama.

B. Aku ingin melakukan apa

Untuk mencapai keinginanku, aku ingin meniatkan semua yang kulakukan karena Allah, sehingga yang kulakukan bukan lagi benar,salah, untung, rugi tapi halal / haram.

Berbisnis sesuai syariat dengan cara yang diperbolehkan dalam Islam, merekrut orang-orang yang pada akhirnya memudahkan kita untuk berdakwah.


Membangung sistem dalam bisni sehingga peranku yg utama sebagi ibu dan istri tetap.berjalan sebagaimana mestinya.

C. Kita ingin memiliki apa

Kami ingin membangun keluarga yang beradab dan selalu manjadikan standar islam, halal/haram dalam kehidupan. Menjadikan segala yang dilakukan sebagai ibadah dan mendapat ridho Allah.

Kami ingin memiliki bisnis yang tersistem dengan baik, memiliki karyawan yang siap diatur secara syariat.

Dari aspek dimensi waktu ada 3 periode yang perlu diperhatikan :

a. Apa yang ingin kita capai dalam kurun waktu kehidupan kita (lifetime purpose)

Aku ingin Keluargaku selalu dalam aturan Islam , menjadikan aturan islam sebagai standar kehidupan.


Menjadi pengusaha muslim yang bisa banyak bermanfaay bagi orang lain.

b.Apa yang ingin kita capai dalam kurun waktu 5-10 tahunke depan ( strategic plan)

Aku dan keluargaku sudah menerapkan standar syariat dalam semua aturan kehidupan keluarga kami dan karyawan.

c. Apa yang ingin kita capai dalam kurun waktu satu tahun ( new year resolution)


Komitmen untuk mulai menerapkan aturan islam dan mulai mengajarkan pada anak2 kami.


memiliki min 10 org karyawan dalam bisnis saya sendiri.




Minggu, 23 Juli 2017

NHW#7 Tahapan Menjadi Bunda Produktif


πŸ€ Ketahuilah tipe kekuatan diri (strenght typology) teman-teman, dengan cara sbb :
1⃣masuk ke www.temubakat.com
2⃣isi nama lengkap anda, dan isi nama organisasi : Ibu Profesional
jawab Questioner yang ada disana, setelah itu download hasilnya
3⃣Amati hasil dan konfirmasi ulang dengan apa yg anda rasakan selama ini.
4⃣ Lampirkan hasil ST30 (Strenght Typology) di Nice Homework #7
πŸ€ Buatlah kuadran aktivitas anda, boleh lebih dari 1 aktivitas di setiap kuadran
Kuadran 1 : Aktivitas yang anda SUKA dan anda BISA
Kuadran 2 : Aktivitas yang anda SUKA tetapi andaTIDAK BISA
Kuadran 3 : Aktivitas yang anda TIDAK SUKA tetapi anda BISA
Kuadran 4: Aktivitas yang anda TIDAK SUKA dan anda TIDAK BISA
--------------

Saya merasa hasil dari tes temu
Bakat 85% sama dengan saya , mungkin jika tau situs temubakat.com lebih cepat saya tidak akan merasa salah jurusan saat kuliah dulu πŸ˜‚

Kuadran aktifitas
- Suka dan Bisa 
  1. Memasak
  2. Berbisnis / Jualan
  3. Menulis Di blog 
  4. Menjadi penengah / tempat curhat
- Suka tapi Tidak Bisa
  1. menggambar 
  2. Kerapian
  3. Kerajinan Tangan
- Tidak Suka Tapi Bisa
  1. membereskan rumah
- Tidak Suka Dan Tidak Bisa
  1. Menyetrika
  2. Membuat laporan keuangan


NHW #6 Belajar Menjadi Manager Keluarga Handal

Nhw#6 Belajar Menjadi Manager Handal
Masya Allah temanya kali ini juga tidak kalah luar biasa, setelah saya sendiri belum bs mengatur waktu secara efisien, tugas2 NHW menjadi terbengkalai, tp saya berkomitmen menyelesaikan semuanya, meski mungkin hanya 5x sempat tepat waktunya. 

Ada hal-hal yang kadang mengganggu proses kita menemukan peran hidup yaitu RUTINITAS

Menjalankan pekerjaan rutin yang tidak selesai, membuat kita _Merasa Sibuk_sehingga kadang tidak ada waktu lagi untuk proses menemukan diri.
Maka ikutilah tahapan-tahapan sbb :

Tuliskan 3 aktivitas yang paling penting, dan 3 aktivitas yang paling tidak penting
Waktu anda selama ini habis untuk kegiatan yang mana?

Jadikan 3 aktivitas penting menjadi aktivitas dinamis sehari-hari untuk memperbanyak jam terbang peran hidup anda, tengok NHW sebelumnya ya, agar selaras.

Kemudian kumpulkan aktivitas rutin menjadi satu waktu, berikan “kandang waktu”, dan patuhi cut off time ( misal anda sudah menuliskan bahwa bersih-bersih rumah itu dari jam 05.00-06.00, maka patuhi waktu tersebut).

Jangan ijinkan agenda yang tidak terencana memenuhi jadwal waktu harian anda.
Setelah tahap di atas selesai anda tentukan. Buatlah jadwal harian yang paling mudah anda kerjakan.
Tugas kali ini menentukan 3 aktivitas yang paling penting dan 3 aktivitas paling tidak penting. 

3 aktititas paling penting :
  1. Beribadah 
  2. membersamai anak-anak, memperhatikan makanmnya dan memenuhi segala keperluannya. 
  3. Mengupgrade ilmu 
3 aktivitas paling tidak penting
  1. Main Hp / sosmed
  2. Nonton TV / Drakor
  3. Tidur2an 
Waktu paling lama habis untuk apa? Pantengin sosmed πŸ˜”

Jadwal harian
Jam 05.30 - 06.15 menyiapkan keperluan anak dan suami , bikin sarapan
Jam 06.15 - 07.30 membantu anak dan suami bersiap pergi sekolah dan bekerja
Jam 07.30 - 09.00 membersamai ade Aisha , makan , mandi dll
Jam 09.00 - 12.00 bersih2 rumah, masak 
Jam 12.00 - 14.00 ibadah, persiapan dan jemput anak sekolah 
Jam 14.00 - 16.00 membersamai anak , makan , mandi anak . 
Jam 16.00 - 18.00 ibadah, baca buku artikel, belajar
Jam 18.00 - 20.00 ibadah, persiapan makan malam, membersamai anak dan suami makan 
Jam 20.00 - 20.30 mengantar anak tidur
Jam 20.30 - 22.00 beres2 kemudian belajar




Minggu, 18 Juni 2017

Belajar cara Belajar. #NHW5

Alhamdulillah sudah masuk #NHW5 IIP batch 4.
tugas kali ini kami diminta untuk 'Learning How to Learn'
hmmm...
terus terang masi agak bingung dengan istilah diatas, karena mngkin selama ini ya just let it flow.. dan dengan tugas diatas semakin mengkerucutkan hal-hal yang selama ini kita pelajari membuat kita fokus dan 'kembali ke jalan yang benar' πŸ˜‚

bicara tentang 'learning how to learn' membuat otak saya berfikir bagaimana selama ini cara saya belajar? apakah sudah efektif dan sudah saya terapkan? sepertinya hanya baru 50% dan bagaimana sebenarnya cara belajar yang efektif bagi saya?

1. Menentukan Apa Yang Mau dipelajari
2. Mengkhususkan waktu untuk belajar
3. Belajar pada Ahlinya
4. Menetapkan Goals yang jelas atas apa yang dipelajari

Karena aelama ini hanya ingin belajar, belum berkomitmen untuk belajar. Sehingga terkadang banyak sekali yang ingin dipelajari, namun akhirnya semua menguap tanpa adanya waktu khusus , tidak memgikuti forum khusus atau belajar langsung pada ahlinya, sehingga goals
Yg ingin dicapai pun tidak jelas. Intinya fokus dan lakukan..

mungkin untuk sementara hanya itu, yang dapat saya tulis. Semoga Allah memudahkan semuanya. Ammin.. Selamat berlibur πŸ€—

Minggu, 11 Juni 2017

Mendidik anak dengan Fitrah

πŸ€MENDIDIK DENGAN KEKUATAN FIITRAH πŸ€

Alhamdulillah sudah masuk tahap #4 proses belajar di IIP batch 4, untuk tugas kali sungguh luar biasa keteteran πŸ˜‚ karena selain sebagai ibu profesional dirumah, tp juga nyambi sebagai pedagang online. Setelah kemarin banyak pembahasan seputar mendidik anak dengaj kekuatan fitrah, maka sekarang waktunya mempraktekan ilmu yang sudah didapatkan. Ada beberapa pertanyaan yang harus di jawab yang kemudian membantu mengkerucutkan pikiran yang meluas.

a. Mari kita lihat kembali Nice Homework #1 , apakah sampai hari ini anda tetap memilih jurusan ilmu tersebut di Universitas Kehidupan ini? Atau setelah merenung beberapa minggu ini, anda ingin mengubah jurusan ilmu yang akan dikuasai?

✓InsyaAllah saya tetap memilih jurusan ilmu untuk saya kuasai, yaitu ilmu Parenting.
b.  Mari kita lihat Nice Homework #2,  sudahkah kita belajar konsisten untuk mengisi checklist harian kita? Checklist ini sebagai sarana kita untuk senantiasa terpicu “memantaskan diri” setiap saat. Latih dengan keras diri anda, agar lingkungan sekitar menjadi lunak terhadap diri kita.

✓Terus terang belum.100% checklist terisi, masih banyak faktor yang yang sebenarnya tidak bisa jadi alasan untuk tidak konsisten. Tapi meskipun begitu , saya tetap bersyukur karena dengan adanya check list, semua jadi lebih terarah.

b.Baca dan renungkan kembali  Nice Homework #3, apakah sudah terbayang apa kira-kira maksud Allah menciptakan kita di muka bumi ini? Kalau sudah, maka tetapkan bidang yang  akan kita kuasai, sehingga peran hidup anda akan makin terlihat.
✓ Hal yang paling saya sukai dan membuat bersemangat ialah belajar atau pun berbagi mengenai pola asuh anak, pendidikan orang tua dan seputar pendidikan ibu,ayah dan anak.
Misi Hidup : memberikan inspirasi ke orang lain
Bidang : Pendidikan Ibu dan Anak
Peran : Inspirator

c. Setelah menemukan 3 hal tersebut,  susunlah ilmu-ilmu apa saja yang diperlukan untuk menjalankan misi hidup tersebut.

1. Bunda Sayang : Ilmu-ilmu seputar pengasuhan anak
2. Bunda Cekatan : Ilmu-ilmu seputar manajemen pengelolaan diri dan rumah tangga
3. Bunda Produktif : Ilmu-ilmu seputar minat dan bakat, kemandirian finansial dll.
4. Bunda Shaleha : Ilmu tentang berbagi manfaat kepada banyak orang

d. Tetapkan Milestone untuk memandu setiap perjalanan anda menjalankan Misi Hidup

✓saya menetapkan KM 0 pada usia 28 th, dan kemudian berkomitmen tinggi akan mencapai  10.000 (sepuluh ribu ) jam terbang  di satu bidang tersebut, agar lebih mantap menjalankan misi hidup. Yang mana  saya harus mendedikasikan 8 jam waktu saya untuk mencari ilmu, mempraktekkan, menuliskannya bersama dengan anak-anak.  Sehingga dalam jangka waktu kurang lebih 4 tahun, sudah akan terlihat hasilnya.
Milestone  yang saya tetapkan adalah sbb  :
KM 0 – KM 1 ( tahun 1 ) : Menguasai Ilmu seputar Bunda Sayang
KM 1 – KM 2 (tahun 2 ) : Menguasai Ilmu seputar Bunda Cekatan
KM 2 – KM 3 (tahun 3 ) : Menguasai Ilmu seputar Bunda Produktif
KM 3 – KM 4 ( tahun 4) : Menguasai Ilmu seputar Bunda shaleha

e. Koreksi kembali checklist anda di NHW#2, apakah sudah anda masukkan waktu-waktu untuk mempelajari ilmu-ilmu tersebut di atas. Kalau belum segera ubah dan cantumkan.

✓ Ya, saya sudah memasukannya. Namun akan lebih saya detailkan lagi.

f. Lakukan, lakukan, lakukan, lakukan

Semoga Allah memudahkan semuanya, untuk menjalankan misi mulia, memulai KM 0 Amminnn..

Minggu, 04 Juni 2017

Membangun peradaban dari rumah #NHW3

Membangun peradaban dari rumah. Sebuah kalimat sederhana yang begitu dalam maknanya. 
Alhamdulillahh saya dan suami dikaruniakan anak2
Yang begitu luar biasa, karunia yang sungguh tak terkira.. 
Altamis Khalid Abdul Gani (usia 3,5 tahun) adalah anak yang sungguh luar biasa, anak yang cerdas, peduli, dan tanggung jawab. Khalid memiliki potensi daya ingat yang kuat serta teliti. Khalid sangat tertarik apapun yang berhubungan dengan mobil, bahkan ketika kami sedang didalam mobil dan berasa di jalan raya, khalid sangat teliti menyebut merk dan warna mobil, Meskipun malam hari. Khalid juga sangat mudah menjadikan apapun menjadi mainan , dan berimajinasi. Tidak mudah bosan , anak yang sabar dan mudah bekerja sama. 

***

Anak kedua kami bernama Aisha Fathia Mecca, saat sebulan sebelum melahirkan sampai melahirkan saya sendiri tanpa suami, krn saat itu suami sedang melaksanakan ibadah haji. Saya di temani oleh saudara2 saya. Selama hamil insyaAllah saya sangat tenang dan lebih mudah menata emosi, meskipun banyak kejadian2 yang luar biasa menurut saya. Alhamdulillah kini aisha berusia 8 bulan, dan masyaAllah saya merasa Aisha menjadi anak yang sangat tenang, dan sabar. Tidak mudah menangis. 

***
Sedangkan potensi saya, saya orang yang sangat mudah beradaptasi dan berempati. Sehingga terkadang saya menjadi penengah / mediator ketika ada masalah antar sodara/ keluarga. 
Saya orang yang optimis dan bersemangat. 

Saya merasa kehadiran saya dlm kehidupan suami dan anak2 saya adalah sebagai guru dan pelengkap . Untuk menjadi penyejuk dalam rumah tangga. 

*** 

Kami tinggal di lingkungan perkampungan yang bisa dibilang sangat guyub, alhamdulillah sangat bersyukur dikaruniakan tetangga yang baik semua. Namun banyak perbedaan dalam pola asuh mendidik anak.. penuh ancaman dan tindakan fisik. Ini menjadi tantangan bagi kami sebagai orang tua. Ini menjadi sarana kami untuk belajar dan bersabar. 

Semoga Allah selalu memudahkan urusan kita untuk membangun peradaban yang baik dari rumah.. Amminn 


Surat Cinta Untuk Suamiku #NHW3

Tugas  NHW IIP batch 4 kali cukup unik, menulis surat cinta untuk suami.. hmm.. 

Assalamualaikum, suamiku.. abu khalid.. baru 5 th kita bersama dalam pernikahan ini, masi banyak lagi angka2 yang kita harapkan untuk kita lalui, menua bersama di dunia, berkumpul lagi di surganya. Aamiinn.. 
Kamu mungkin bukan lelaki romatis, tapi aku cinta caramu mencintaiku, aku suka caramu memuji setiap masakanku, aku senang dg caramu berterima kasih padaku.. 
aku bangga menjadi istrimu,. 
Memutuskan menjadi istrimu sangat tidak mudah bagiku kala
Itu, begitu banyak godaan dan pikiran yang mengganggu. 
Tapi jauh dilubuk hati, perasaan ini semakin yakin untuk menerima mu menjadi suamiku, krn aku tau.. kamu berbeda dari pria lainnya.. dan dinikahi olehmu kini menjadi salah satu hal yang sangat kusyukuri.. 
Terima kasih sudah mengajariku ku jd lbh sabar, lembut dan mampu menahan emosi yang kadang meledak2, terima kasih sudah menjadi suami yang sangat bertanggung jawab pada keluarga kita , terima kasih sudah memberikan yang terbaik utk keluarga kita.

Aku mencintaimu, karena Allah.

Istrimu